Anda sudah bekerja keras. Sangat keras. Bangun pagi, pulang malam. Mencoba berbagai bisnis sampingan. Bahkan mungkin sudah rajin berdoa dan beribadah. Tapi kenapa rasanya rezeki masih saja pas-pasan? Kenapa selalu ada saja kebutuhan mendadak yang menguras tabungan? Kenapa setiap kali mulai bisa menabung, selalu ada saja "ujian" yang membuat tabungan ludes?
Jika Anda mengalami hal ini, Anda tidak sendiri. Dan yang lebih penting: ini BUKAN kesalahan Anda.
Dalam tradisi spiritual kita, baik Islam maupun agama lainnya, ada sebuah rahasia besar yang sering terlupakan. Rahasia ini tertuang dalam hadits yang sangat mendalam:
"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam Injil pun disebutkan hal serupa: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." (Matius 9:29)
Apa maksudnya? Sederhana namun revolusioner: Tuhan memperlakukan kita sesuai dengan apa yang kita yakini dalam hati. Bukan apa yang kita ucapkan, tapi apa yang benar-benar kita percayai di dalam hati terdalam kita.
Masalahnya adalah kebanyakan dari kita terjebak dalam pola pikir yang terbalik:
Padahal seharusnya sebaliknya! Ini seperti menanam pohon terbalik - akar di atas, daun di bawah. Mana bisa tumbuh?]
Bukan REALITA —> HATI (ini kesalahan banyak orang, kalo dapet duit, baru aku akan happy, pdhl SALAH!)